h1

Workshop Ergonomi Untuk Rumah Sakit

November 21, 2007
Masih latah mbahas Ergonomi…
Woro-woro lanjutan isu tentang K3.

Ergonomics for Hospital Workshop

Kamis, 22 November 2007
Jam 8.00 – 17.00 wib
di Auditorium Fakultas Teknologi Industri
Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang Km 14.5
Yogyakarta

Pemateri
Dr. Ir. Iftikar Z. Sutalaksana (TI ITB)
Dr. dr. Lientje Setyawati M, MS, SpOK (FK UGM)

Peserta workshop diharapkan adalah:
– Top management perusahaan
– Manajer perusahaan
– Dokter & pengelola rumah sakit
– Penyedia fasilitas rumah sakit
– Tim K3 perusahaan
– Dosen
– Mahasiswa
– Praktisi Pendidikan

Setelah workshop peserta diharapkan berperan sebagai inisiator di lembaga masing-masing dalam menggulirkan program-program ergonomi yang dapat meningkatkan citra lembaga/ perusahaan karena usaha peningkatan keamanan, kesehatan, & kenyamanan kerja karyawan yang dilakukan, serta memperbaiki kualitas kerja yang membawa dampak positif terhadap performansi & produktivitas kerja.

Kontribusi
Mahasiswa S1 UII……………..Rp 50.000
Mahasiswa S1 Non UII………Rp 70.000
Mahasiswa S2…………………….Rp 80.000
Dosen………………………………..Rp 100.000
Pegawai Perusahaan…………..Rp 100.000
Umum………………………………..Rp 150.000

Pembayaran melalui
Bank Bukopin Capem Kaliurang
a.n. Arif Bintoro J, Rek 100-401.8878

Contact person
Rafika A………….0817 942 6217
Febi Riski………..0852 2894 7868
atau Lab. APK & Ergonomi UII (0274) 895287 ext 127

Informasi lengkap dari sini.
Brosurnya dari sini.

Advertisements
h1

K3 Dan Ergonomi

November 20, 2007

Mahasiswa itu kan sukanya setengah-setengah kalau mempraktikkan apa yang didapat di kuliah. Walaupun sudah belajar tentang ergonomi & pentingnya kenyamanan postur tubuh saat berkegiatan, masih saja dia:

noBelajar sambil lesehan di lantai.
Bertahun-tahun kuliah, begini terus tiap malam. Lutut jadi sering kejang-kejang. Kaki kesemutan. Kadang malah belajar sambil tiduran.

noDuduk menghadap miring ke komputer.
Resiko karena mejanya sempit, harus berbagi tempat sama keyboard & printer. Monitor ditaruh di ujung meja. Mengetik sambil menengok ke kiri. Leher tegang. Kepala terkulai.

noNaik Tiger 2000 yang berstang jepit.
Tunduk abis gaya Casey Stoner. Setiap melintas, semua mata memandang. Sayangnya motor sayalah yang mereka lihat. Bukan pengendaranya yang keren ini. Padahal punggung nyeri, tangan lemas kena getaran stang.

Ya, beli meja-kursi untuk belajar mahal harganya, apalagi buat anak kos.
Meja komputer cukup yang kecil saja.
Dan, kita harus kelihatan keren kalau naik motor walaupun punggung cedera.

“Kenapa mahasiswa tidak mempedulikan ergonomi untuk hidupnya sehari-hari?”

Karena tidak tahu?
Karena terbentur dana?
Paham, tapi sulit melaksanakannya?

Suruh juga pengusaha-pengusaha bandel yang tidak mau menerapkan K3 di perusahaannya.

BANYAK YANG PAHAM ERGONOMI, TAPI TIDAK SEGERA MEMULAINYA.
Bahkan si mahasiswa yang belajar ergonomi sekalipun.

Sulitnya menerapkan K3 (Kesehatan & Keselamatan Kerja) tadilah yang menjadi diskusi hangat pada Pelatihan Hiperkes (Higiene Perusahaan, Kesehatan, & Keselamatan Kerja) yang diadakan oleh Balai Hiperkes dan Keselamatan Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY, 14 November 2007 kemarin. ArenaSimulasi nebeng ikut, walaupun ini lintas disiplin, tapinya kan masih Teknik Industri (Bagaimanapun saya ini awam dengan ergonomi).

K3 berangkat dari kenyataan bahwa lingkungan kerja dalam segala wujudnya juga dibayangi ancaman keselamatan & kesehatan kerja. Ancaman ini cenderung tidak berbahaya dan invisible di awal, tetapi baru terasa pada tahun-tahun yang mengikutinya.
Ancaman kesehatan bisa datang dari limbah. Limbah tidak hanya berbentuk padat, cair, & gas yang kita kenal. Limbah bisa saja tidak berwujud.

Suara adalah limbah.
Bau juga merupakan limbah.

Kalau seorang pekerja harus mendengarkan suara mesin berisik setiap hari -sepanjang tahun selama masa kerjanya-, perlahan-lahan ketulian akan mendatanginya. Atau petugas pengisi bahan bakar yang menghirup asap mobil, motor, plus uap solar & bensin tanpa henti. Bau-bauan & udara tercemar masuk ke paru-paru dapat membunuhnya. Dari situlah metode-metode K3 banyak dikembangkan, untuk memastikan bahwa orang bekerja dengan situasi senyaman, sesehat, serta seaman mungkin sesuai kondisi lingkungan kerjanya.

Kembali ke Training Hiperkes. Training ini bermanfaat sekali untuk transfer ilmu dunia praktis dengan dunia akademis. Salah satu sesi dari pelatihan tersebut adalah Tur ke Pusat Pengujian K3. Waktu itu peserta diajak masuk ke ruangan-ruangan untuk diperkenalkan dengan 6 macam pengujian K3 lengkap dengan penjelasan prosedur pelaksanaan serta uji coba alatnya. Pengujian-pengujian tersebut dimaksudkan untuk mengetahui apakah subjek -biasanya pekerja- dari perusahaan atau instansi yang sedang dinilai berada pada kondisi yang aman & nyaman pada lingkungan kerjanya.

6 pengujian tersebut adalah:

audiometriUji Audiometri
Kegunaan
Mengukur kepekaan pendengaran terhadap bunyi. Makin cepat dapat mendengar bunyi, berarti makin responsif. Ini berguna untuk memastikan pendengaran subjek masih cukup baik untuk menangkap isyarat bunyi, seperti alarm tanda bahaya di tengah-tengah dengung mesin kerja.
Alat
Box kedap suara; audiometer (pembangkit bunyi) dengan berbagai tingkat frekuensi
Cara pengujian
Subjek masuk ke box kedap suara. Dari luar, audiometer diatur untuk mengeluarkan bunyi dengan berbagai frekuensi Melalui headphone, subjek harus berkonsentrasi & memberi isyarat kapan dia mendengar & kapan tidak. Rekor mendengar tercepat dicatat & dibentuk jadi grafik.

spirometriUji Spirometri

Kegunaan
Mengukur kapasitas hisap & hembus paru-paru. Biasa dipakai untuk tes kebugaran kardiovaskular juga. Tapi terutama dipakai untuk mengecek kesehatan pernafasan pekerja. Hasil baik-buruk dipengaruhi oleh gender, usia, berat & tinggi badan, serta jenis ras.
Alat
Spiro-analyzer, yaitu pistol pendeteksi nafas yang terhubung ke komputer mini. Alat ini secara otomatis mengukur pola nafas subjek & mentransformasikannya ke bentuk grafik
Cara pengujian
Subjek bernafas normal lewat pistol Spiro-analyzer yang dimasukkan ke mulut. Pada tarikan nafas yang keempat, subjek harus menarik nafas sedalam-dalamnya. kemudian menghembuskannya sekuat mungkin sampai habis. Grafik & angka yang terbaca lalu disesuaikan ke tabel referensi. Khusus uji yang satu ini memang agak bikin jijay karena berpotensi membuat saliva (maksudnya liur) tersembur sewaktu alat dipakai. Belum lagi pistol yang dipakai bergantian. Bayangkan berapa ratus mulut yang sudah pernah merasakan asyiknya mengulum pistol Spiro-analyzer itu…

getaranUji Getaran
Kegunaan
Mengukur apakah getaran mesin yang terpapar ke badan dapat ditoleransi, mengganggu kenyamanan, meningkatkan kelelahan, atau malah sudah mengganggu kesehatan.
Alat
Gelang pengukur getaran
Cara pengujian
Bagian tubuh yang bersinggungan langsung dengan getaran dari mesin dipasangi gelang pengukur. Angka yang terbaca dari gelang pengukur dicocokkan dengan tabel referensi. Angka sebaiknya tidak melebihi ambang batas yang telah ditetapkan.

bisingUji Bising
Kegunaan
Mengukur seberapa besar suara bising mempengaruhi pekerja dalam melaksanakan tugasnya. Uji ini juga merupakan pengukuran terhadap tingkat kebisingan yang mungkin tercipta dari suatu ruangan kerja.
Alat
Sound Level Meter (SLM) & Noise Dosimeter
Cara pengujian
Pada umumnya SLM & Noise dosimeter diarahkan ke sumber suara, setinggi telinga, agar dapat menangkap kebisingan yang tercipta. Untuk keperluan mengukur kebisingan di suatu ruangan kerja, pencatatan dilaksanakan satu shift kerja penuh dengan beberapa kali pencatatan dari SLM.

debuUji Debu
Kegunaan
Ini bukan pengujian untuk pekerja, tetapi lingkungan kerja. Uji ini dipakai untuk mengetahui kadar debu total yang ada di udara tempat bekerja.
Alat
Dust sampler (wadah penampung debu); Pompa hisap; & Desikator (kotak penyimpanan steril)
Cara pengujian
Sampel debu dari ruang yang diukur diambil menggunakan dust sampler. Agar sampel debu dapat terambil ke wadah, dust sampler dihubungkan ke pompa hisap memakai selang silikon. Setelah jangka waktu tertentu pompa hisap dinyalakan, sampel debu telah menempel pada dust sampler yang kemudian dapat diteliti di laboratorium setelah sebelumnya disimpan lebih dulu dalam desikator.

iklimUji Iklim
Kegunaan
Ini juga merupakan pengujian untuk lingkungan kerja, yaitu pengujian berbagai jenis suhu yang terdapat pada suatu ruangan kerja.
Alat
Termometer Arsman; Psikrometer; Termometer Globe
Cara pengujian
Alat-alat tadi adalah pengukur suhu untuk berbagai keadaan. Teknik pengukuran suhunya cukup dengan meletakkan semua alat pada ruangan yang dimaksud. Termometer Arsman akan mengukur suhu basah alami dari ruangan. Psikrometer mengukur suhu basah & suhu kering ruangan. Sedangkan Termometer Globe mengukur suhu radiasi yang ada di ruangan. Kombinasi perhitungan suhu dari semua alat tersebut dapat dipakai untuk menentukan berapa lama seseorang diperbolehkan bekerja pada ruangan yang telah diuji iklimnya tadi.

Nah, sebenarnya ergonomi itu menarik juga kok.

 

:: Foto oleh Hasrul Rahman, dipakai dengan izin dari Balai Hiperkes Yogyakarta
h1

Postingan Yang Pendek

November 9, 2007

Apa sih isu tentang system modeling yang lagi hangat sekarang?
Kok saya lagi blank nggak ada ide mau nulis apa…

Kelamaan nggak ada kegiatan otak bisa jadi tumpul.

h1

Posisi Tiga ke Satu

October 29, 2007

Posting yang ringan & nggak penting dulu sebelum menulis yang berat-berat.

Pencapaian blog ArenaSimulasi di Google menunjukkan tanda-tanda menggembirakan. Melalui search engine paling populer ini, akhirnya ArenaSimulasi memenuhi janjinya untuk tampil di urutan teratas halaman pencarian. (Dulu pernah janji waktu muncul di urutan tiga).

Dengan kata kunci berikut:
– arena entities
– Arena Student full Version
– arena vs promodel
– promodel full Version

ArenaSimulasilah yang muncul pertama….

Semua ini adalah kata-kata kunci khusus yang cuma ada di ArenaSimulasi.
Nggak heran kalau tidak ada situs lain yang menyaingi.
Jadi sebenarnya nggak ada yang istimewa ya.

Masalahnya blog ini kurang populer. Pemiliknya nggak rajin mengupdate & melakukan SEO yang meningkatkan trafik pengunjung ke blog.
Walaupun rencananya dalam beberapa saat ke depan tampilan blog ini akan semakin diperlengkap & dibuat kelihatan makin profesional.

Tantangan berikutnya adalah:
Apa ArenaSimulasi mampu muncul jadi urutan nomer satu untuk kata kunci Simulasi?

Kalau bisa, saat itu ArenaSimulasi pasti sudah menjadi blog referensi paling ok untuk dunia simulasi Indonesia (yang tentunya masih menjadi mimpi bagi pemilik blognya)

Blog anda urutan berapa?

h1

Ceria Lebaran

October 23, 2007

Tak ada istilah terlambat.
Telat sih cuek saja.

Selamat Idul Fitri 1428 H

Mohon Maaf Lahir & Batin

===========================

Gembira Lebaran- Nasyid Justice Voice*

komiKomA

Lebaran ala Panitia Makrab Jaman Dulu

Baca komik ukuran fullsize

*Lagu “Gembira Lebaran” oleh Grup Justice Voice.
Kartu ucapan memakai komik strip Komisi A Aksi TI 2004,
kepanitiaan makrab waktu kuliah dulu. Dialog disesuaikan dengan lagu
h1

Troubleshoot ‘Entities Exceeding Limit’ In Arena

October 9, 2007

The fun of using Arena simulation software may turn into disaster when the modeling is getting more complex. This especially happens when the Academic version being used, can no longer accommodate modules from the blocks panels to be utilized in the model, due to module amount limitation.

When a dialog box appearing unexpectedly telling us that we have exceeded its limit.
That’s so IRRITATING.

 

arena evaluation mode

You Have Exceeded Arena Limit

Or maybe the amounts of module blocks are fine. No warning. No dialog box popping up.
But during simulation run, an error message comes up saying that maximum entities limit is exceeded.
Another annoying disturbance!

 created arena entities exceeds

Run Error Caused By Exceeding Entities Created

Take it easy!
Now, there is a solution for that.

Another technical tips provided by Mr. Arya Wirabhuana, senior modeler from UTM
Follow these steps:

  • Build the model with low version of Arena (version 5 or lower), with neither statistics nor graphics module used.
    Create the graphics manually from its auto generated report, using Ms. Excel, then copy-paste it to the Arena working area.
  • Always focus on model building objective: for presentation OR for analysis.
    For presentation purpose (where eye-catching face validity is a must), break the model into several files, so that more animations can be made within each file. Making the clients impressed is very important here.
    For analysis purpose, delete any unimportant animation. Prevent too much simplification that will cause the model to be invalid
    Also, do not ruin the integrity of the model by breaking it into some files
  • Modify the input data to eliminate any possible queue.
  • Use more module blocks from Advanced Panel instead of Basic Panel.
    Avoid using too many modules is the key.
  • Make short replication.
    In the case you want long replication, keep it short, but run several times without initializing the system. Initialization is set only for the statistics.
  • If the model is done, try to save it, and then reopen the file in the higher version of Arena.
    e.g. Open with Arena 8.0. There the file needs to be converted to the corresponding Arena version.
  • After the conversion, you can see that Arena can still accommodate some additional modules.
    This is probably because module blocks from Arena lower version is considered much simpler that more blocks can be added later.

With this technique, the possibility of facing entity exceeds the limit is minimized.
Thus, the fun of modeling with Arena can still go on!

This is NOT cheating…

Successful try on modeling automated truck assembly section body shop & metal finish using Arena 8.0. has proven that this technique is working. It’s worth to try!

h1

Maaf, Anda Memakai Arena Academic Version

October 1, 2007

Anda suka simulasi?

Sedang skripsi dengan tema simulasi?

Saat ini menggunakan software Arena?

Pernah menemui kejadian ini sewaktu memakai software academic versionnya?

arena evaluation mode

  Anda Telah Melebihi Batas Pemakaian Arena

Atau, jengkel karena model yang telah susah payah dibangun ternyata error sewaktu dijalankan akibat melebihi maximum entities limit?

arena exceeds limit

Run Error Akibat Kelebihan Entities

Tenang!
Karena kini, ada solusinya!

Read the rest of this entry »