h1

Maaf, Anda Memakai Arena Academic Version

October 1, 2007

Anda suka simulasi?

Sedang skripsi dengan tema simulasi?

Saat ini menggunakan software Arena?

Pernah menemui kejadian ini sewaktu memakai software academic versionnya?

arena evaluation mode

  Anda Telah Melebihi Batas Pemakaian Arena

Atau, jengkel karena model yang telah susah payah dibangun ternyata error sewaktu dijalankan akibat melebihi maximum entities limit?

arena exceeds limit

Run Error Akibat Kelebihan Entities

Tenang!
Karena kini, ada solusinya!

Sebagai produsen software komersial, Rockwell Automation punya otoritas sesukanya untuk meluncurkan software trial sebelum akhirnya menawarkan software full version. Ini biasa dalam bisnis. Biarkan konsumen mencoba trial version yang lebih terbatas feature & kemampuannya. Kalau ternyata suka, baru tawarkan software full versionnya yang berharga selangit.

Kembali ke permasalahan.
Limitation yang ditetapkan Arena ada beberapa jenis, yaitu:
– Pembatasan pemakaian blok module di area kerja.
– Pembatasan jumlah entitas yang diciptakan selama simulation run

Dua pembatasan inilah yang kerap kali ditemui & menjadi sumber kejengkelan para pemodel.

Nah,
Pak Arya Wirabhuana kembali membagi tips untuk mengakali keterbatasan software simulasi yang paling banyak dipakai di Winter Simulation Conference tahun 2005 ini.
Berikut langkah-langkahnya:

  • Buat model pakai Arena student version rendah (versi 5 ke bawah), tanpa module statistic & tanpa graphic.
    Grafik dibuat sendiri, dilihat dari auto generated reportnya, dibuat pakai Ms. Excel, dan grafik Excel inilah yang ditampilkan ke area kerja Arenanya.
  • Sesuaikan teknik pembangunan model dengan tujuan pembuatannya: untuk presentasi ATAU untuk analisis.
    Jika untuk presentasi (dimana face validity yang menarik harus ditampilkan), maka pecah modelnya menjadi beberapa file, sehingga animasi yang dibuat bisa lebih banyak. Yang penting client dibuat terkagum-kagum.
    Khusus untuk analisis, hilangkan semua animasi yang tidak perlu.
    Hati-hati jangan memecah-mecah model kalau tujuannya untuk analisis, karena pasti akan membuat hasil juga invalid & tidak integral, kecuali banyak simplifikasi di sana-sini.
  • Modifikasi data input agar antrian di setiap proses tidak terlalu banyak.
  • Maksimalkan penggunaan module dari Advanced Panel, jangan pakai yang Basic Panel terus, karena pasti jadi banyak module nantinya.
  • Buat replikasi yang singkat.
    Kalaupun ingin yang panjang, biarkan tetap dengan replikasi singkat beberapa kali, tapi sistem tidak perlu diinisialisasi. Cukup statisticnya saja yang diinisialisasi.
  • Jika model sudah jadi, coba simpan, lalu buka lagi model itu memakai Arena versi di atasnya.
    Misalkan buka di Arena 8.0., maka nanti filenya harus diconvert ke version yang di atas tersebut.
  • Setelah konversi, maka akan terlihat bahwa Arena masih bisa mengakomodasi beberapa module tambahan lagi.
    Mungkin karena blok module pada versi sebelumnya dianggap lebih simpel dari versi yang di atasnya. Setelah itu kalau mau menambahkan animasi atau module, masih ada kesempatan.

Dengan cara tersebut, kemungkinan terjadi error akibat entity exceeds the limit semakin berkurang.
Penelitian & skripsi bisa lanjut lagi!

Ini BUKAN cheating…
Apalagi memakai crack…

Cara ini sudah dicoba memakai Arena versi 8.0. & terbukti bisa menampung sampai hampir 100 module lengkap waktu dites memodelkan proses automated truck assembly pada section body shop & metal finish.

10 comments

  1. Tapi kelihatannya Arena mulai redup sinarnya.
    Semua mahasiswa UdKG sudah beralih ke ProModel, karena di kampus sana software itu yang diajarkan.

    Plus, ProModel versi licensed nya juga sudah dibelikan kampus.

    Huh, siapa yang butuh academic software kalau begitu, iya kan?


  2. Tapi, software simulasi itu masalah selera kan…
    Yang telanjur cinta, takkan bisa beralih ke yang lain

    Alasan sebenarnya adalah males.
    Sulit mau pakai yg lain, harus belajar dari awal


  3. salam kenal🙂

    yah pastinya begitu…. blajar change management dong bro….jangan ikut2an gw

    memang susah pindah kelain hati🙂


  4. Maaf nih baru online sehabis beberapa hari komputer crashed.

    Iya ya, harus mau belajar hal baru kan intinya…


  5. Alternatif yang lain adalah melakukan analisis, modeling dan (jika perlu) simulasi menggunakan spreadsheet (misal: MS Excel).

    Saat bekerja di industri, sangat sedikit perusahaan yg mau berinvestasi untuk membeli simulation package. IE-ers (industrial engineers) perlu kreatif menggunakan tools yang tersedia di perusahaan.

    Spreadsheet modeling & simulation meskipun tidak sehebat simulation package sudah bisa & biasa digunakan untuk analisis, simulasi, misal: monte carlo analysis, bayesian networks & Discrete Event Simulation. Untuk optimisasi, Excel telah bisa digunakan untuk linier programming, dan genetic algorithm.

    wassalam
    boed | http://boed.staff.ugm.ac.id
    http://budih.blogs.friendster.com/budi_hartono/


  6. Yang menyenangkan dari mempelajari simulasi adalah berpikir “system”. Kita menghadapi masalah, mempelajari polanya atau “kebiasaannya” lalu secara sistematis kita harus menemukan beberapa pemecahan untuk solusinya. Dan tentu akan makin lengkap dengan mempelajari optimasi, untuk menentukan solusi yang optimal.

    Tidak semua masalah bisa dipecahkan dengan hubungan linear. Tapi justru secara cepat kita bisa mengetahui polanya, disitulah simulasi menjadi kekuatan. Itu juga disebabkan simulasi memiliki korelasi dengan waktu.

    TOC-nya Goldrat yang awalnya adalah software, sebenarnya adalah simulasi. Tapi hebatnya, hasil perhitungannya sama dengan linear programming (tentu dengan catatan harus ada bottleneck).

    Seorang teman, pernah dihubungi clientnya, software planning + scheduling mereka yang harganya milyaran (software itu menggunakan TOC) beberapa waktu terakhir ngitungnya lama sekali dan sering ngaco. Saya langsung tertawa, pasti sudah gak punya bottleneck lagi di shop floor-nya.

    Btw, sebelum System Modeling di akuisisi oleh Rockwell, mereka juga pernah joint development untuk scheduling menggunakan simulasi. Silahkan ke http://www.preactor.com


  7. # pak Budi
    Iya pak.
    Saya berusaha memahami itu, karena tak peduli seberapa hebatnya kita mengoperasikan softaware simulasi, tapi kalau barangnya nggak ada, ya kita mau simulasi pake software apa, iya kan.

    Dan, plugin for excel seperti spreadsheetworld yg pak Budi pasang di website sudah sangat helpful.
    Kalau boleh beberapa link bpk besok saya minta, buat dipasang di blog.

    # pak Teguh
    Saya juga diberitahu sama Transavia, reseller Arena di Jakarta, software Arena memang termasuk software baru yg diakuisisi Rockwell.
    Tapi theory of constraint saya baca2 dulu.😉

    Link download Arena-nya saya pasang di blog ya pak.


  8. maaf baru ni.. aku mo nanya cara dapatin buku tentang software Arena gmana? ada yang pernah beli ga? mohon infonya ya…thanx guys…


  9. ada contoh simulasi,,kirim ke email


  10. ada contoh ta teknik industri ato jurnal ato study kasus tentang simulasi arena klo ada kirim ya ke email. bisa gak klo simulasi diterapkan di pabrik rokok? ttng apa tlong kasih solusinya soalnya aku mau ta disana thanks



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: